Hari Ini Uji Coba Malioboro Semi Pedestrian

Malioboro Semi Pedestrian
sumber: twitter @humas_jogja

Kegiatan Selasa Wage di Yogya yaitu berupa larangan kendaraan bermotor melintas di sepanjang jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta hari ini (Jum'at, 7/02/2020) akan diterapkan pada uji coba semi pedestrian Malioboro.

Menurut Windarto, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui pola lalu lintas di sekitar jalan Maioboro saat liburan akhir pekan di luar liburan panjang. Karena biasanya pada hari-hari tersebut terjadi kenaikan jumlah kepadatan trafik saat Jum'at sore hingga malam.

Sedangkan ujicoba semi pedestrian Malioboro ini akan dilakukan selama 12 jam dimulai dari pukul 09.00 wib sampai pukul 21.00 (9 malam) wib.

Hari ini Malioboro akan dibebaskan dari kendaraan bermotor terkecuali bus Transjogja dan kendaraan bermotor darurat lainnya. Tapi untuk kendaraan non motor seperti becak dan andong masih tetap diperbolehkan lewat di Malioboro.

malioboro semi pedestrian
sumber: tribunnews

Info lainnya, jalan sirip di sepanjang Malioboro akan dibuat 2 (dua) arah kecuali untuk di jalan Suryatmajan dan di Jalan Pajeksan. Pengguna jalan dari arah Suryatmajan masih diperbolehkan menyeberang untuk masuk ke Jalan Pajeksan dengan memotong lewat Malioboro.

Yang membedakan dengan kegiatan Selasa Wage, pada hari ini seluruh PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berada di kawasan Malioboro masih tetap diberi ijin untuk berjualan, dan untuk kegiatan hiburan yang biasanya diadakan di Selasa Wage ditiadakan.

Pada setiap kegiatan Selasa Wage, biasanya terjadi kepadatan lalu lintas di Jalan Letjen. Suprapto yang dijadikan alternatif untuk ke arah Yogya Selatan. Hal ini mengakibatkan volume kendaraan di daerah tersebut meningkat.

Widarto melanjutkan, uji coba semi pedestrian Malioboro akan tetap dilanjutkan dengan berbagai alternatif skema termasuk bila diharuskan menutup Jl. Suryatmajan dan Jl. Pajeksan.

Uji Coba ini akan terus ditingkatkan dengan skema yang nantinya akan disesuikan dengan rencana awal Manajemen Lalu Lintas Kawasan Malioboro. Yaitu dengan menjadikan Malioboro menjadi seperti bundaran besar dan jalan di sekeliling kawasan ini akan menjadi jalan 1 (satu) arah. Ruas Jl. Suryotomo dan Jl. Mataram searah ke utara, Jl. Pasar Kembang (Sarkem) searah ke barat, Jl. Gandekan Lor dan Jl. Bhayangkara akan searah ke utara.

Dinas  Perhubungan (DISHUB) Kota Yogyakarta sudah menjalankan pemodelan lalu lintas (lalin) jika nantinya Jalan Maliboro ditetapkan sebagai bundaran besar.

Sumber: antaranews.com

Related Posts

Subscribe Our Newsletter
} //]]>